PORTAL RESMI
LOGIN
Kembali
28 Agustus 202673 kali dibaca

Inovasi "PAPELINK" Karang Taruna Desa Padangasri, Akses Belajar bagi Disabilitas dan Mendorong Inklusifitas

Inovasi "PAPELINK" Karang Taruna Desa Padangasri, Akses Belajar bagi Disabilitas dan Mendorong Inklusifitas

 

KABUPATEN MOJOKERTO – Upaya menghadirkan layanan pendidikan yang ramah terhadap keberagaman dan kebutuhan setiap anak terus didorong melalui berbagai inovasi. Salah satunya adalah PAPELINK (Papan Pembelajaran Edukatif, Literatif, Inklusif, dan Kreatif), inovasi media pembelajaran yang dikembangkan oleh Fatharani Nurwahyu Fajria, S.Pd., Gr., pendidik di SLB B Pertiwi Kota Mojokerto sekaligus Koordinator Bidang Pengembangan Usaha Ekonomi Kreatif Karang Taruna Trisula Desa Padangasri, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

PAPELINK dikembangkan sebagai media pembelajaran yang mampu mengakomodasi keberagaman karakteristik dan kebutuhan belajar. Dalam satu papan pembelajaran, PAPELINK mengintegrasikan berbagai komponen seperti gambar, kartu kata, huruf, angka, benda atau replika tiga dimensi, tulisan Braille, serta QR Code yang dapat terhubung dengan video pembelajaran maupun video bahasa isyarat. Perpaduan tersebut memungkinkan pengguna memperoleh pengalaman belajar melalui pendekatan visual, taktil, auditori, konkret, dan inklusif.

Gagasan PAPELINK berangkat dari pengalaman dalam mendampingi peserta didik dengan kebutuhan belajar yang beragam. Peserta didik tunarungu membutuhkan dukungan visual dan bahasa isyarat, peserta didik tunanetra membutuhkan media taktil, tulisan Braille, dan benda konkret, sedangkan peserta didik dengan kebutuhan lainnya memerlukan media yang dapat disesuaikan dengan karakteristik serta kemampuan masing-masing.

“Setiap anak memiliki karakteristik dan cara belajar yang berbeda. PAPELINK dikembangkan agar satu media dapat disesuaikan dengan berbagai kebutuhan belajar sehingga setiap anak memperoleh kesempatan untuk belajar melalui pengalaman yang lebih konkret, aktif, dan menyenangkan,” ujar Fatharani.

Dalam penggunaannya, PAPELINK mendorong peserta didik untuk terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran. Mereka dapat melihat, menyentuh, meraba, memilih, mencocokkan, menyusun, dan menempelkan berbagai komponen pada papan. Melalui QR Code, peserta didik juga dapat mengakses materi digital maupun video bahasa isyarat. Sementara itu, penggunaan replika benda tiga dimensi dan tulisan Braille dapat memberikan alternatif akses belajar melalui sentuhan bagi peserta didik tunanetra.

Keunggulan lain PAPELINK adalah sifatnya yang fleksibel dan adaptif. Materi pada papan dapat dilepas, dipasang, diganti, serta dikembangkan sesuai dengan tujuan pembelajaran, usia, dan kemampuan peserta didik. Materi yang digunakan dapat berupa pengenalan hewan, buah-buahan, huruf, angka, kosakata, Pancasila, membaca permulaan, berhitung dasar, maupun berbagai materi lain yang dibutuhkan.

Tidak hanya berpotensi digunakan dalam pendidikan khusus, PAPELINK juga dapat diterapkan dan dikembangkan pada satuan pendidikan yang berada di Desa Padangasri, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. Pemanfaatannya dapat menjangkau Pos PAUD Desa Padangasri serta sekolah jenjang TK dan SD di Desa Padangasri dengan materi yang disesuaikan berdasarkan usia dan tahap perkembangan anak. Pada jenjang PAUD dan TK, misalnya, PAPELINK dapat digunakan untuk pengenalan warna, bentuk, angka, huruf, buah, hewan, serta kosakata sederhana. Sementara pada jenjang SD, materi dapat dikembangkan untuk mendukung kegiatan literasi, numerasi, pendidikan karakter, maupun materi pembelajaran lainnya.

Penerapan PAPELINK di lingkungan Desa Padangasri juga membuka peluang kolaborasi antara Karang Taruna Trisula, pemerintah desa, Pos PAUD, TK, SD, pendidik, orang tua, serta unsur masyarakat lainnya. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung penyediaan kegiatan edukatif dan literasi yang semakin kreatif sekaligus menumbuhkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pendidikan yang memberikan ruang belajar bagi semua anak.

Keterlibatan Fatharani sebagai pendidik sekaligus Koordinator Bidang Pengembangan Usaha Ekonomi Kreatif Karang Taruna Trisula Desa Padangasri turut membuka ruang pengembangan inovasi pendidikan berbasis masyarakat. PAPELINK tidak hanya diarahkan sebagai media yang digunakan di lingkungan sekolah luar biasa, tetapi juga dapat dikembangkan dan direplikasi sebagai media edukatif yang bermanfaat bagi anak-anak dan masyarakat di Desa Padangasri.

Melalui pengembangan dan pemanfaatan PAPELINK secara lebih luas, diharapkan tercipta sinergi antara pendidikan, kepemudaan, pemberdayaan masyarakat, dan kepedulian terhadap penyandang disabilitas. Inovasi sederhana yang berangkat dari kebutuhan nyata tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat yang semakin luas sekaligus mendukung terwujudnya lingkungan belajar yang lebih ramah, adaptif, kreatif, dan inklusif.

PAPELINK – “Satu Media, Beragam Cara Belajar.”

 

 

Lambang

Website Resmi

Dinas Sosial

Kabupaten Mojokerto

Dinas Sosial Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto

Navigasi

Hubungi Kami

Jl. RA Basoeni No. 08 Jampirogo, Kec. Sooko, Mojokerto, Jawa Timur 61361

© 2026 Diskominfo Kabupaten Mojokerto

MOJOKERTO